Sabtu, 06 November 2021

PERAN PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19

  PERAN PENDIDIKAN DI MASA  PANDEMI COVID-19

Oleh:

Rokhana Hayati 2117177

rokhanahayati2117177@gmail.com

Jurusan Pendidikan Agama Islam 

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan 

Institut Agama Islam Negri Pekalongan

Abstrak:

    Covid-19 merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Virus Corona.  penyebaran Virus ini sangat mudah dan cepat. Covid-19 ini telah terjadi banyak perubahan.  Mulai dari aktivitas yang awalnya  di luar rumah, menjadi di dalam rumah atau stay at home. Perkumpulan dilarang, tempat ibadah ditutup, sekolah diganti dengan pembelajaran daring/non tatap muka.  Sekarang ini, banyak siswa yang memiliki kendala dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Salah satunya kendala koneksi Internet,  dan kesadaran melaksanakan protokol kesehatan yang rendah. Dalam dunia pendidikan Peran pemerintah sangat penting dan fundamental. Alokasi anggaran yang sudah diputuskan oleh Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang refocussing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 harus segera dilaksanakan.  Orang tua sebagai pendidik utama di rumah harus menjalankan fungsinya. Meskipun demikian tetap saja bantuan guru di sekolah perlu hadir door to door. Langkah pembelajaran daring harus seefektif mungkin. Guru bukan membebani murid dalam tugas-tugas yang dihantarkan dalam belajar di rumah. Jika perlu guru hadir secara door to door. Program-program pendidikan yang dilakukan sekolah disampaikan kepada murid,. Penekanan belajar di rumah mendapat kawalan agar guru-guru yang mengajar melalui media daring tetap cerdas dalam menyampaikan pelajaran-pelajaran yang wajib dipahami oleh murid. Sejak diterapkannya New Normal tidak menurunkan semangat para santri untuk mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Perlunya seorang pendidik mengajarkan santri agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru berupa penerapan protokol kesehatan.

Kata kunci : Pendidikan, Pandemi Covid-19

Pendahuluan

Covid-19 merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Virus Corona.  penyebaran Virus ini sangat mudah dan cepat. Covid-19 ini telah terjadi banyak perubahan. Dalam dunia pendidikan memiliki tantangan tersendiri di masa pandemic Covid-19 ini diantaranyaa seorang guru harus menguasai teknologi Sebagian guru dan siswa harus melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring. Namun, banyak kendala yang terjadi khususnya bagi anak sekolah dan guru yang berada di desa terpencil yang mungkin tidak ada koneksi jaringan internet ataupun tidak punya handphone sebagai alat pembelajaran daring.

 Di era New Normal ada sebagian lembaga pendidikan nonformal Taman Pendidikan Al Qur’an telah menerapkan sistem pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan adanya New Normal ini menuntut peserta didik untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru Taman Pendidikan Al Qur’an

Isi

Pandemi COVID-19 memaksakan guru dan dosen harus melakukan aktivitas belajar mengajar melalui pembelajaran dalam jaringan (daring). Pembelajaran ini membutuhkan kreativitas dan inovasi dari para pendidik, sehingga pembinaan, transfer pengetahuan dan keterampilan menguasai komunikasi dalam jaringan. (Ketut Sudarsana et. al, 2020, h. 4)

Adapun hal-hal yang wajib dilakukan oleh stakekholders pendidikan adalah; 

1.      Pemerintah

    Peran pemerintah sangat penting dan fundamental. Alokasi anggaran yang sudah diputuskan oleh Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang refocussing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 harus segera dilaksanakan. 

2.      Orang Tua

    Orang tua sebagai pendidik utama di rumah harus menjalankan fungsinya. Meskipun demikian tetap saja bantuan guru di sekolah perlu hadir door to door.

3.      Guru

    Langkah pembelajaran daring harus seefektif mungkin. Guru bukan membebani murid dalam tugas-tugas yang dihantarkan dalam belajar di rumah. Jika perlu guru hadir secara door to door. Guru bukan hanya memposisikan sebagai pentransfer ilmu, tetapi mengutamakan “ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.

4.       Sekolah

Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan harus bersiaga memfasilitasi perubahan apapun menyangkut pendidikan siswanya. Pendidikan tingkah laku harus menjadi pijakan kuat ditengah perkembangan teknologi dan arus percepatan informasi. Program-program pendidikan yang dilakukan sekolah disampaikan kepada murid,. Penekanan belajar di rumah mendapat kawalan agar guru-guru yang mengajar melalui media daring tetap cerdas dalam menyampaikan pelajaran-pelajaran yang wajib dipahami oleh murid. (Rizqon Halal Syah Aji, 2020, h. 400)

            Namun, ada beberapa lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran sistem tatap muka. Salah satunya adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an. Keberadaan pendidikan Al-Qur’an memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini. berkembangannya lembaga pendidikan Al- Qur’an dalam berbagai bentuknya merupakan bagian fenomena keberagaman masyarakat yang semakin meningkat, di mana pendidikan Al-Qur’an (agama) semakin dirasakan sebagai satu kebutuhan. (Ahmad Zayadi et.al, 2020, h. 38) Sejak diterapkannya New Normal tidak menurunkan semangat para santri untuk mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Perlunya seorang pendidik mengajarkan santri agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru berupa penerapan protokol kesehatan. (Darmawan harefa,  2020, h. 140)

Pengenalan Protokol Kesehatan pada anak perlu kreativitas. Cara mengenalkan protokol kesehatan pada anak harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Penggunaan gambar dan video bisa menarik perhatian anak-anak yang tentunya bisa dihubungkan dengan nilai keislaman seperti mengenalkan hadist, doa dan lain-lain.

Kesimpulan

Dengan munculnya COVID-19 menimbulkan dampak di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, kebijakan belajar dari rumah telah merubah pola belajar para siswa dan mahasiswa. Sejak diterapkannya New Normal tidak menurunkan semangat para santri untuk mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Perlunya seorang pendidik mengajarkan santri agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru berupa penerapan protokol kesehatan.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Video Pelatihan Protokol Kesehatan