PERAN PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Oleh:
Rokhana
Hayati 2117177
rokhanahayati2117177@gmail.com
Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama
Islam Negri Pekalongan
Abstrak:
Covid-19 merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Virus Corona. penyebaran Virus ini sangat mudah dan cepat. Covid-19 ini telah terjadi banyak perubahan. Mulai dari aktivitas yang awalnya di luar rumah, menjadi di dalam rumah atau stay at home. Perkumpulan dilarang, tempat ibadah ditutup, sekolah diganti dengan pembelajaran daring/non tatap muka. Sekarang ini, banyak siswa yang memiliki kendala dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Salah satunya kendala koneksi Internet, dan kesadaran melaksanakan protokol kesehatan yang rendah. Dalam dunia pendidikan Peran pemerintah sangat penting dan fundamental. Alokasi anggaran yang sudah diputuskan oleh Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang refocussing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 harus segera dilaksanakan. Orang tua sebagai pendidik utama di rumah harus menjalankan fungsinya. Meskipun demikian tetap saja bantuan guru di sekolah perlu hadir door to door. Langkah pembelajaran daring harus seefektif mungkin. Guru bukan membebani murid dalam tugas-tugas yang dihantarkan dalam belajar di rumah. Jika perlu guru hadir secara door to door. Program-program pendidikan yang dilakukan sekolah disampaikan kepada murid,. Penekanan belajar di rumah mendapat kawalan agar guru-guru yang mengajar melalui media daring tetap cerdas dalam menyampaikan pelajaran-pelajaran yang wajib dipahami oleh murid. Sejak diterapkannya New Normal tidak menurunkan semangat para santri untuk mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Perlunya seorang pendidik mengajarkan santri agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru berupa penerapan protokol kesehatan.
Kata kunci : Pendidikan, Pandemi Covid-19
Pendahuluan
Covid-19 merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Virus Corona. penyebaran Virus ini sangat mudah dan cepat.
Covid-19 ini telah terjadi banyak perubahan. Dalam dunia pendidikan memiliki
tantangan tersendiri di masa pandemic Covid-19 ini diantaranyaa seorang
guru harus menguasai teknologi Sebagian guru dan siswa harus melakukan
pembelajaran jarak jauh atau daring. Namun, banyak kendala yang terjadi
khususnya bagi anak sekolah dan guru yang berada di desa terpencil yang mungkin
tidak ada koneksi jaringan internet ataupun tidak punya handphone sebagai
alat pembelajaran daring.
Di era New
Normal ada sebagian lembaga pendidikan nonformal Taman Pendidikan Al Qur’an
telah menerapkan sistem pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol
kesehatan. Dengan adanya New Normal ini menuntut peserta didik untuk beradaptasi
dengan kebiasaan baru, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru Taman
Pendidikan Al Qur’an
Isi
Pandemi COVID-19 memaksakan guru dan dosen
harus melakukan
aktivitas belajar mengajar melalui pembelajaran dalam jaringan (daring).
Pembelajaran ini membutuhkan kreativitas dan inovasi dari para pendidik,
sehingga pembinaan, transfer pengetahuan dan keterampilan menguasai komunikasi
dalam jaringan. (Ketut Sudarsana et. al, 2020, h. 4)
Adapun hal-hal
yang wajib dilakukan oleh stakekholders pendidikan adalah;
1.
Pemerintah
Peran
pemerintah sangat penting dan fundamental. Alokasi anggaran yang sudah
diputuskan oleh Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang refocussing kegiatan,
relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan
penanganan Covid-19 harus segera dilaksanakan.
2.
Orang Tua
Orang tua sebagai pendidik utama di rumah
harus menjalankan fungsinya. Meskipun demikian tetap saja bantuan guru di
sekolah perlu hadir door to door.
3.
Guru
Langkah pembelajaran daring harus seefektif
mungkin. Guru bukan membebani murid dalam tugas-tugas yang dihantarkan dalam
belajar di rumah. Jika perlu guru hadir secara door to door. Guru bukan hanya
memposisikan sebagai pentransfer ilmu, tetapi mengutamakan “ing ngarso sung
tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.
4.
Sekolah
Sekolah sebagai lembaga penyelenggara
pendidikan harus bersiaga memfasilitasi perubahan apapun menyangkut pendidikan
siswanya. Pendidikan tingkah laku harus menjadi pijakan kuat ditengah
perkembangan teknologi dan arus percepatan informasi. Program-program
pendidikan yang dilakukan sekolah disampaikan kepada murid,. Penekanan belajar di rumah
mendapat kawalan agar guru-guru yang mengajar melalui media daring tetap
cerdas dalam menyampaikan pelajaran-pelajaran yang wajib dipahami oleh murid. (Rizqon Halal Syah Aji, 2020, h. 400)
Namun,
ada beberapa lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran sistem tatap muka.
Salah satunya adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an. Keberadaan pendidikan
Al-Qur’an memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini.
berkembangannya lembaga pendidikan Al- Qur’an dalam berbagai bentuknya
merupakan bagian fenomena keberagaman masyarakat yang semakin meningkat, di
mana pendidikan Al-Qur’an (agama) semakin dirasakan sebagai satu kebutuhan.
(Ahmad Zayadi et.al, 2020, h. 38) Sejak diterapkannya New Normal tidak menurunkan
semangat para santri untuk mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Perlunya seorang
pendidik mengajarkan santri agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru berupa
penerapan protokol kesehatan. (Darmawan harefa,
2020, h. 140)
Pengenalan Protokol Kesehatan pada anak perlu
kreativitas. Cara mengenalkan protokol kesehatan pada anak harus menggunakan
bahasa yang mudah dipahami. Penggunaan gambar dan video bisa menarik perhatian
anak-anak yang tentunya bisa dihubungkan dengan nilai keislaman seperti mengenalkan
hadist, doa dan lain-lain.
Kesimpulan
Dengan munculnya COVID-19 menimbulkan dampak
di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, kebijakan belajar dari rumah
telah merubah pola belajar para siswa dan mahasiswa. Sejak diterapkannya
New Normal tidak menurunkan semangat para santri untuk mengikuti
pembelajaran Al-Qur’an. Perlunya seorang pendidik mengajarkan santri agar bisa
beradaptasi dengan kebiasaan baru berupa penerapan protokol kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar