PANDANGAN ISLAM TERHADAP PANDEMIC COVID-19
Oleh:
Rokhana Hayati 2117177
rokhanahayati2117177@gmail.com
Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negri Pekalongan
Abstrak :
Covid-19 merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Virus Corona. penyebaran Virus ini sangat mudah dan cepat. Covid-19 ini telah terjadi banyak perubahan. Mulai dari aktivitas yang awalnya di luar rumah, menjadi di dalam rumah atau stay at home. Perkumpulan dilarang, tempat ibadah ditutup, sekolah diganti dengan pembelajaran daring/non tatap muka. Permasalahan yang muncul adalah apakah pendidik sudah mengetahui dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Perhatian Islam terhadap kesehatan masyarakat (public healty) tercermin dalam ajaran-ajaran operasional syariat Islam yang mengatur relasi di antara sesama manusia. Dengan kata lain, pandangan Islam tentang kesehatan masyarakat terkait dengan konsepsinya tentang manusia sebagai makhluk sosial, yakni manusia yang hidup dalam suatu komunitas atau masyarakat.
Pendahuluan
Ramli (2019 h. 3-4) berpendapat bahwa konsep ajaran agama Islam bukan hanya sebatas hubungan antara manusia dengan Tuhan (vertikal), akan tetapi menegakkan asepek kemasyarakatan khususnya kesehatan. Berbagai petunjuk atau tuntunan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menginformasikan tentang pemeliharaan kesehatan (cara hidup sehat), tidak terlepas dari peranan pemerintah, maka keterlibatan pelaksana dakwah dan pemerintah diperlukan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan masih rendah, terutama bagi orang yang tinggal di daerah kumuh. Perilaku dan kebiasaan yang masih belum hiegenis diperparah dengan tidak adanya sarana dan pra-sarana lingkungan pendukung. (Ronal Wathriantos, et. al. 2020, h. 58)
Isi
Sejarah Islam menceritakan banyak ujian yang yang telah dirasakan oleh orang-orang terdahulu agar kaum Muslim lebih bertakwa dan meningkatkan keimanan. Kata Waba’ dan Tha’un sering didapat dalam sejarah, sebuah penyakit menular yang mampu membunuh banyak manusia di suatau daerah. Wabah tersebut telah berulang kali terjadi. (Muhammad Rasyid Ridho, 2020 vol. 4 h.24).
Perhatian Islam terhadap kesehatan masyarakat (public healty) tercermin dalam ajaran-ajaran operasional syariat Islam yang mengatur relasi di antara sesama manusia. Dengan kata lain, pandangan Islam tentang kesehatan masyarakat terkait dengan konsepsinya tentang manusia sebagai makhluk sosial, yakni manusia yang hidup dalam suatu komunitas atau masyarakat. ( Said Aqil Sirod, 2006, h.386).
Di Indonesia saat ini sedang dihadapkan oleh sebuah wabah yang pada mulanya muncul di negara Cina. Wabah ini dikenal dengan sebutan Virus Corona atau covid-19 yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Organisasi kesehatan Dunia (WHO) terus mengkaji perkembangan penelitian tentang penyebaran COVID-19
Penyebaran virus Corona ini dapat tertular dari orang yang terjangkit virus tersebut melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk. Di samping itu, orang yang tinggal atau berkunjung ke darerah atau negara yang rawan terkena virus corona juga sangat beresiko terserang penyakit ini. (Kamil & Lukmn Isnawan & Hasnia Sukman, 2020, h.28-30)
Ukhwah Islamiyah menjadi peranan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi kasus COVID-19. Dari berbagai macam dampak yang dirasakan, masyarakat. Berbagai kegiatan dapat dilakukan dengan mudah meski berbeda cara
pengimplemetasiannya yakni melalui media sosial mengadakan kegiatan kerohanian di media sosial dapat membantu masyarakat untuk beraktivitas sebagaimana biasanya dalam sehari-hari.
Kesimpulan
Kata Waba’ dan Tha’un sering didapat dalam sejarah, sebuah penyakit menular yang mampu membunuh banyak manusia di suatau daerah. Wabah tersebut telah berulang kali terjadi. Ukhwah Islamiyah menjadi peranan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi kasus COVID-19. Dari berbagai macam dampak yang dirasakan, masyarakat. Berbagai kegiatan dapat dilakukan dengan mudah meski berbeda cara pengimplemetasiannya yakni melalui media sosial mengadakan kegiatan kerohanian di media sosial dapat membantu masyarakat untuk beraktivitas sebagaimana biasanya dalam sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar