Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Pandemi Covid-19
Minggu, 07 November 2021
PROFIL PENULIS
Profil Penulis
Rokhana Hayati lahirt di Pekalongan pada tanggal 14 Juli 1998. Anak dari pasangan Sachroni dan Wastiah. Anak ke- 3 dari 3 bersaudara. Rokhana merupakan panggilan akrabnya. Riwayat pendidikan rokhana antara lain lulus TK Pertiwi 2005, lulus SD tahun 2011, lulus SMP tahun 2014, lulus SMA tahun 2017. Sekarang Rokhana sedang menempuh pendidikannya di IAIN Pekalongan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam. Melalui jalur UMPTKIN dengan pilihan PTN hanya satu yaitu IAIN Pekalongan dan Alhamdulillah diterima. Di Sekolah, Rokhana sempat mengikuti ekstrakurikuler diantaranya main volly ketika di SMP, dan PKS ketika di SMA. Saat ini Rokhana sedangmalkanm Ilmunya dengan menjadi Guru di TPQ Khasanah Insani.
Kontak: 085803601118
Email : rokhanahayati2117177@gmail.com
Sabtu, 06 November 2021
PENERAPANHIDUP SEHAT DALAM DI LEMBAGA PENDIDIKAN
TIPS HIDUP SEHAT MENURUT AJARAN ISLAM
TIPS HIDUP SEHAT MENURUT AJARAN ISLAM
Oleh:
Rokhana
Hayati 2117177
rokhanahayati2117177@gmail.com
Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negri Pekalongan
Abstrak:
Memiliki badan yang sehat merupakan suatu yang
diinginkan oleh setiap orang. Dalam
menjalankan Hadist Rasulullah SAW. yang berakna “ kebersihan itu sebagian dari
iman” (HR Muslim) Oleh sebab itu, terdapat beberapa jadwal sunnah Rasulullah
yang dilakukan secara berkala untuk menjaga kebersihan diri. Selain itu, Islam
menganjurkan kita untuk menjaga imunitas tubuh yaitu dengan cara berpuasa.
Puasa membawa hikmah kesehatan yang luar biasa bagi pelakunya (ash-shaimun).
Ini karena puasa dapat menambah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan
tubuh. Mencuci tangan dengan benar sesuai dengan tuntunan agama Islam yang
Setelah lock
down dibuka ada beberapa lembaga pendidikan yang memilih untuk melaksanakan
pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Islam mengajarkan
etika batuk dan bersin yang benar. Orang yang bersin di anjurkan mengucapkan “Alhamdulillah”,
Orang yang berada di sekitar orang yang bersin mengucapkan “Yarhamukallah”
dan orang yang bersin membalas doa “ Yahdiikumullah“.
Kata Kumci: Islam, Hidup Sehat
Pendahuluan
Kebersihan menjadi hal yang sangat penting
untuk melangsungkan hidup sehat. Memiliki tempat tinggal yang bersih dan indah
dipandang merupakan sesuatu yang diharapkan oleh setiap manusia. Seperti yang
telah diajarkan Rasulullah saw. dalam hadist Rasulullah SAW. yang berakna “
kebersihan itu sebagian dari iman” (HR Muslim). Dalam kenyatannya masih banyak
orang lalai dalam menjalankan pola hidup sehat. Membuang sampah sembarangan,
mencuci tangan tidak memakai sabun, dan makan yang tidak sehat merupakan contoh kecil kelalaian manusia jaman
sekarang. Maka dari itu perlu diubah kebiasan buruk ini.
Isi
Cara menjaga pola hidup sehat dalam Islam
adalah sebagai berikut:
1.
Menjaga Kebersihan
Kebersihan adalah hal yang amat diperhatikan dalam agama,
sebagaimana hadist Nabi yang bermakna “
Kebersihan itu sebagian dari iman”, (HR Muslim) Al-Qur’an juga ikut menekankan
masalah kebersihan dalam QS. Al-Mudatsir (74) :4-5 yang berbunyi”Dan
bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala kejahatan”. Oleh sebab itu,
terdapat beberapa jadwal sunnah Rasulullah yang dilakukan secara berkala untuk
menjaga kebersihan diri. (Muhammad SulaimanAizudinur Zakaria,2010, h. 135) Berdasarkan hadits di atas dapat dipahami bahwa kebersihan, kesucian, dan
keindahan merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Jika kita melakukan
sesuatu yang disukai oleh Allah SWT, tentu mendapatkan nilai dihadapan-Nya,
yakni berpahala. Dengan kata lain, kotor, jorok, sampah berserakan, lingkungan
yang semrawut dan tidak indah itu tidak disukai oleh Allah SWT. (Rahmat AW,2015 vol.1, h.173)
2.
Menjaga Imunitas Tubuh
Tubuh manusia dibekali kemampuan terapi alamiah. Dengan kemampuan itu,
meski tubuh tidak mendapatkan sebutir nasi pun dalam sehari, manusia tetap
mempunyai cadangan energi. Cadangan itu disebut glikogen yang dapat
bertahan selama 25 jam. Hal ini dapat menyebabkaan orang yang berpuasa tak
perlu khawatir akan sakit.
Puasa membawa hikmah kesehatan yang luar biasa bagi
pelakunya (ash-shaimun). Ini karena puasa dapat menambah sel darah putih
dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Menurut
Prof Hembing berpendapat bahwa, berdasarkan penelitian di Universitas Osaka
Jepang, setelah memasuki hari hari ke tujuh puasa, jumlah sel darah putih orang
yang berpuasa meningkat. Penambahan sel itu cepat sekali dan otomatis
meningkatkan kekebalan, karena sel darah putih melawan peradangan yang ada
dalam tubuh. (Daud Rasyid 1998, h,67). Puasa tidak hanya menahan lapar dan
dahaga tetapi juga menahan hawa nafsu dan menahan diri dari perbuatan dosa.
Selain itu, berpuasa menyempurnakan
ketaatan kepada Allah SWT, menghapus dosa dan meningkatkan rasa syukur.
3.
Etika Batuk dan Bersin
Moh. Syiful Hafid (2020, h. 4-5) mengemukakan bahwa pada momentum pandemic covid-19 ini secara tidak langsung,
kita telah diingatkan kembbali oleh Allah SWT. Agar kita selalu menjaga
kebersihan, karena banyak sekali yang menganggap kebersihan itu merupakan hal
yang sangat sepele, bahkan kadang kita sendir serng membuang sampah
sembarangan, bersin dan batuk tanpa menutup muut. Padahal kita sudah diajarkan
dalam agama untuk menutup mulut pada saat bersin dan batuk, ini selain menjaga
kebersihan juga untuk menjaga etika.
Sejumlah literatur medis mengungkapkan bahwa bersin
merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan virus atau bakteri berbahaya
yang yang bisa memicu penyakit. Islam mengatur tata cara atau adab saat bersin
yaitu dalam agama, bersin di pandang sebagai nikmat Allah SWT kepada manusia
agar terhindar dari dampak bibit penyakit. Maka dari itu, Rasulullah SAW banyak
memberikan tuntunan dan adab ketika bersin.
Pada sebuah hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi
diebutkan, “ Saat hendak bersin, Nabi SAW menutup mulutnya dengan tangan atau
baju beliau”. Tujuannya agar suara bersinnya tidak terlampau keras. Satu hadis
lain mengingatkan bersin yang berlebihan sesungguhnya termasuk perbuatan setan.
“Allah SWT membeni perilaku mengencangkan suara bersin dan menguap.” (HR Abu
Hurairah RA)
Sebaliknya, dianjurkan seelah bersin untuk mengucapkan hamdalah.
Ada dua keutamaan yang dijelaskan Shaleh Ahmad asy-Syaami dalam “Berakhak dan
Beradab Mulia.” Pertama, ini menunjukkan rasa syukur atas karunia Allah. Dan
kedua, jika senantiasa mengingat Allah, tetu Allah pun akan menjaga kondisi
tubuh hamba-Nya.
Mereka yang berada di sekitar orang yang bersin, tidak
terlepas dari tuntunan serupa. Rasulullah SAW menggaris bawahi bahwa apabila
ada seseorang mengucapkan “Alhamdulillah” ketika sedang bersin, maka wajib
hukumnya bagi umat muslim yang mendengarkannya untuk mengucapkan da untuknya
dengan ucapan, “Yarhamukallah” (semoga Allah selalu merahmatimu).
Selanjutnya, bila saudara atau temannya itu ada yang
mendoakan saat dia bersin, hendaknya ia membalas dengan ucapan dooa,
“Yahdiikumullah wa yushlihu baalakum” (semoga
Allah selalu memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).
4.
Mencuci Tangan Menggunakan Sabun
Hadist dari Humran mengenai penjelasan Ustman ra.tentang bagaimana
tahapan berwudhu’ Rasululllah SAW menerangkan bahwa berwudhu’ harus diawali
dengan mencuci tangan. Hal ini menunjukkan bahwa kebersihan jiwa dan raga
diawali dengan bersih dan sucinya tangan, sehingga akan melahirkan orang yang
menjaga melakukan perbuatan-perbuatan yang kotor. Kebersihan dan kesucian jasmani (raga) dn ruhaniya (jiwa) ini didapatkan dengan
wudhu’ yang ikhlas dan sempurna.
Betapa pentingnya mencuci tangan dalam Islam sebelum melakukan wudhu’, ibadah dan kegiatan apapun, ketika bangun
tidur.
Panduan umum cara mencuci tangan yang diajarkan
Rasulullah saw dapat dijelaskan dengan ilmu kedokteran dan kesehatan pada saat
ini. Sunnahnya mencuci tangan sebelum melakukan kegiatan dan amalan apapun yang
bermakna bahwa tangan dan diri mestilah bersih sebagai awal dari perbuatan.
Mencuci tangan yang disunnahkan juga bukan sekedar membasuh tangan, namun
Rasulullah saw mengajarkan mencuci sempurna sampai ke jari, dan sela-sela jari.
Sebagaimana yang dikembangkan dan direkomendasikan oleh Organisasi
Kesehatan Dunia (World Health Organization: WHO) dan Kementrian
Kesehatan. Tata cara cuci tangan ini mencakup lima, enam, atau tujuh langkah
yang sempurna.
a.
Mengusap dan mencuci dengan kedua telapak
tangan
b.
Mengusap dan mencuci kedua punggung tangan
c.
Mencuci jari-jari dan sela-sela jari
d.
Memberssihkan ujung-ujung jari
e.
Khusus mencuci ibu jari dan sea-selanya
f.
Kembali mencuci ujung jari dengan fokus pada
kuku-kuku.
g.
Terakhir membersihkan pergelangan tangan. ( Hardisman 2019, h.19-20)
Kesimpulan
Sunnah Rosulullah saw dalam menjaga kesehatan
diantaranya menjaga kebersihan. Selain itu, Islam menganjurkan kita untuk
menjaga imunitas tubuh yaitu dengan cara berpuasa. Puasa membawa hikmah kesehatan
yang luar biasa bagi pelakunya (ash-shaimun). Ini karena puasa dapat
menambah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mencuci tangan
dengan benar sesuai dengan tuntunan agama Islam yang Setelah lock down
dibuka ada beberapa lembaga pendidikan yang memilih untuk melaksanakan
pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Islam mengajarkan
etika batuk dan bersin yang benar. Orang yang bersin di anjurkan mengucapkan “Alhamdulillah”,
Orang yang berada di sekitar orang yang bersin mengucapkan “Yarhamukallah”
dan orang yang bersin membalas doa “ Yahdiikumullah“.
PERAN PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19
PERAN PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Oleh:
Rokhana
Hayati 2117177
rokhanahayati2117177@gmail.com
Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama
Islam Negri Pekalongan
Abstrak:
Covid-19 merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Virus Corona. penyebaran Virus ini sangat mudah dan cepat. Covid-19 ini telah terjadi banyak perubahan. Mulai dari aktivitas yang awalnya di luar rumah, menjadi di dalam rumah atau stay at home. Perkumpulan dilarang, tempat ibadah ditutup, sekolah diganti dengan pembelajaran daring/non tatap muka. Sekarang ini, banyak siswa yang memiliki kendala dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Salah satunya kendala koneksi Internet, dan kesadaran melaksanakan protokol kesehatan yang rendah. Dalam dunia pendidikan Peran pemerintah sangat penting dan fundamental. Alokasi anggaran yang sudah diputuskan oleh Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang refocussing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 harus segera dilaksanakan. Orang tua sebagai pendidik utama di rumah harus menjalankan fungsinya. Meskipun demikian tetap saja bantuan guru di sekolah perlu hadir door to door. Langkah pembelajaran daring harus seefektif mungkin. Guru bukan membebani murid dalam tugas-tugas yang dihantarkan dalam belajar di rumah. Jika perlu guru hadir secara door to door. Program-program pendidikan yang dilakukan sekolah disampaikan kepada murid,. Penekanan belajar di rumah mendapat kawalan agar guru-guru yang mengajar melalui media daring tetap cerdas dalam menyampaikan pelajaran-pelajaran yang wajib dipahami oleh murid. Sejak diterapkannya New Normal tidak menurunkan semangat para santri untuk mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Perlunya seorang pendidik mengajarkan santri agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru berupa penerapan protokol kesehatan.
Kata kunci : Pendidikan, Pandemi Covid-19
Pendahuluan
Covid-19 merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Virus Corona. penyebaran Virus ini sangat mudah dan cepat.
Covid-19 ini telah terjadi banyak perubahan. Dalam dunia pendidikan memiliki
tantangan tersendiri di masa pandemic Covid-19 ini diantaranyaa seorang
guru harus menguasai teknologi Sebagian guru dan siswa harus melakukan
pembelajaran jarak jauh atau daring. Namun, banyak kendala yang terjadi
khususnya bagi anak sekolah dan guru yang berada di desa terpencil yang mungkin
tidak ada koneksi jaringan internet ataupun tidak punya handphone sebagai
alat pembelajaran daring.
Di era New
Normal ada sebagian lembaga pendidikan nonformal Taman Pendidikan Al Qur’an
telah menerapkan sistem pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol
kesehatan. Dengan adanya New Normal ini menuntut peserta didik untuk beradaptasi
dengan kebiasaan baru, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru Taman
Pendidikan Al Qur’an
Isi
Pandemi COVID-19 memaksakan guru dan dosen
harus melakukan
aktivitas belajar mengajar melalui pembelajaran dalam jaringan (daring).
Pembelajaran ini membutuhkan kreativitas dan inovasi dari para pendidik,
sehingga pembinaan, transfer pengetahuan dan keterampilan menguasai komunikasi
dalam jaringan. (Ketut Sudarsana et. al, 2020, h. 4)
Adapun hal-hal
yang wajib dilakukan oleh stakekholders pendidikan adalah;
1.
Pemerintah
Peran
pemerintah sangat penting dan fundamental. Alokasi anggaran yang sudah
diputuskan oleh Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang refocussing kegiatan,
relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan
penanganan Covid-19 harus segera dilaksanakan.
2.
Orang Tua
Orang tua sebagai pendidik utama di rumah
harus menjalankan fungsinya. Meskipun demikian tetap saja bantuan guru di
sekolah perlu hadir door to door.
3.
Guru
Langkah pembelajaran daring harus seefektif
mungkin. Guru bukan membebani murid dalam tugas-tugas yang dihantarkan dalam
belajar di rumah. Jika perlu guru hadir secara door to door. Guru bukan hanya
memposisikan sebagai pentransfer ilmu, tetapi mengutamakan “ing ngarso sung
tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.
4.
Sekolah
Sekolah sebagai lembaga penyelenggara
pendidikan harus bersiaga memfasilitasi perubahan apapun menyangkut pendidikan
siswanya. Pendidikan tingkah laku harus menjadi pijakan kuat ditengah
perkembangan teknologi dan arus percepatan informasi. Program-program
pendidikan yang dilakukan sekolah disampaikan kepada murid,. Penekanan belajar di rumah
mendapat kawalan agar guru-guru yang mengajar melalui media daring tetap
cerdas dalam menyampaikan pelajaran-pelajaran yang wajib dipahami oleh murid. (Rizqon Halal Syah Aji, 2020, h. 400)
Namun,
ada beberapa lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran sistem tatap muka.
Salah satunya adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an. Keberadaan pendidikan
Al-Qur’an memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini.
berkembangannya lembaga pendidikan Al- Qur’an dalam berbagai bentuknya
merupakan bagian fenomena keberagaman masyarakat yang semakin meningkat, di
mana pendidikan Al-Qur’an (agama) semakin dirasakan sebagai satu kebutuhan.
(Ahmad Zayadi et.al, 2020, h. 38) Sejak diterapkannya New Normal tidak menurunkan
semangat para santri untuk mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Perlunya seorang
pendidik mengajarkan santri agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru berupa
penerapan protokol kesehatan. (Darmawan harefa,
2020, h. 140)
Pengenalan Protokol Kesehatan pada anak perlu
kreativitas. Cara mengenalkan protokol kesehatan pada anak harus menggunakan
bahasa yang mudah dipahami. Penggunaan gambar dan video bisa menarik perhatian
anak-anak yang tentunya bisa dihubungkan dengan nilai keislaman seperti mengenalkan
hadist, doa dan lain-lain.
Kesimpulan
Dengan munculnya COVID-19 menimbulkan dampak
di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, kebijakan belajar dari rumah
telah merubah pola belajar para siswa dan mahasiswa. Sejak diterapkannya
New Normal tidak menurunkan semangat para santri untuk mengikuti
pembelajaran Al-Qur’an. Perlunya seorang pendidik mengajarkan santri agar bisa
beradaptasi dengan kebiasaan baru berupa penerapan protokol kesehatan.
PANDANGAN ISLAM TERHADAP PANDEMIC COVID-19
Oleh:
Rokhana Hayati 2117177
rokhanahayati2117177@gmail.com
Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negri Pekalongan